Juli 7, 2009
Browsing, Menyehatkan Otak

browsing around
Tidak seperti produk elektronik buatan China, yang makin rongsok bila kelewat sering digunakan, otak kita justru sebaliknya. Makin sering digunakan, otak kita akan makin tajam. Dan otak yang tajam, oh, sungguh investasi yang tak ternilai harganya. Penelitian membuktikan bahwa kesehatan otak berbanding lurus dengan kesehatan tubuh. Bila otak tajam, tubuh akan bereaksi positif—bugar dan penuh stamina. Sebaliknya, otak yang tumpul cenderung mendorong tubuh bereaksi negatif—letih dan lemas.
Untuk menajamkan otak, yang perlu anda lakukan hanya berpikir. Tapi tentang apa? Kalau memikirkan nilai tukar rupiah terhadap dolar yang belakangan ini rajin bungee jumping, atau bos yang tidak mengenal titik koma saat mengomel, atau tertundanya hasrat menyebar undangan pernikahan karena belum menemukan nama calon pasangan yang pantas (dan bersedia) ditorehkan di atasnya, pastilah anda tambah pusing.
Akan lebih menyenangkan bila anda memanfaatkan otak untuk memikirkan hal-hal yang lebih menyenangkan. Misalnya:
- Menyelesaikan puzzle;
- Bermain scrabble dan bridge; atau,
- Mengisi teka-teki silang dan sudoku.
Namun bila anda tidak punya banyak waktu luang, ada satu cara sederhana yang layak dicoba. Bahkan sambil bekerja pun anda bisa melakukannya. Yaitu, berselancar di dunia maya.
Membaca telah lama diakui secara ilmiah sebagai ”vitamin” otak. Kegiatan ini melibatkan penglihatan (melihat kata-kata), pengenalan (mengenali kata-kata), pemahaman (memahami kata-kata), ingatan (menyimpan kata-kata dalam otak), pendengaran dan wicara (ketika membaca kita selalu mengasosiasikan rangkaian kata itu dengan pengucapannya), serta emosi (kita merasakan sesuatu ketika membaca). Membaca merupakan satu kegiatan sederhana yang memicu otak bekerja sedemikian kompleksnya. Dan makin banyak anda membaca, makin berkembang otak anda.
Kini, sumber bacaan kita bukan lagi sebatas buku, surat, dan koran. Ada internet, dengan jutaan (bahkan milyaran) informasi terkandung di dalamnya. Penelitian yang baru-baru ini diadakan Universitas California di Los Angeles, Amerika Serikat mendapati bahwa kegiatan mencari data di internet membantu meredam penyusutan otak dan berkurangnya aktivitas sel-sel otak, yang normal terjadi seiring bertambahnya usia.
Buku versus Internet
Lantas, manakah ”vitamin” otak yang lebih mantap, buku atau internet?
Penelitian itu membagi relawannya menjadi dua kelompok; satu ditugasi membaca buku, yang lain mencari dan membaca data di internet. Otak mereka kemudian dipindai (di-scan).
Hasilnya, kedua kelompok menunjukkan adanya aktivitas signifikan di bagian otak yang mengendalikan bahasa, ingatan, dan visual. Namun, kelompok peselancar dunia maya menunjukkan aktivitas di satu bagian otak lain, yaitu yang mengendalikan pengambilan keputusan dan pemikiran logis. Ini fenomena wajar, menurut Prof. Gary Smith, ”Karena ketika menghadapi jutaan pilihan informasi, mereka harus mencari dan memutuskan beberapa yang relevan dengan yang mereka butuhkan.”
Menyenangkan bukan? Dan karena saya suka menulis, sementara anda butuh ”vitamin” otak, marilah kita bersimbiosis mutualisme. Saya akan terus menulis artikel menarik untuk Twentea, dan anda membacanya. Saya puas, anda pintar, hehehe…
Sumber: www.twentea.com